← KEMBALI KE BERANDA

Penjaga Basement Apartemen: Rahasia di Balik Kamar 404

Leony M
Leony M PERINTIS
Login untuk simpan cerita
Penjaga Basement Apartemen: Leony yang ada di apartemennya
AUDIOBOOK MODE Klik putar untuk mendengarkan cerita...

Namaku Leony. Di usiaku yang genap dua puluh enam tahun, aku seharusnya terbiasa dengan "pandangan" yang tidak diinginkan orang lain. Namun, saat pertama kali memarkir motor di gedung ini, bulu kudukku berdiri kaku. Aku merasa diawasi oleh Penjaga Basement Apartemen yang bersembunyi di balik pilar beton nomor 13.

Udara di sini berat, seperti ada ribuan pasang mata yang menempel di punggungku. Sebagai indigo, aku tidak hanya melihat bayangan; aku menghirup sisa-sisa emosi mereka. Di lantai ini, emosinya adalah kebencian murni. Aku bergegas menuju lift, namun ekor mataku menangkap sosok pria berseragam lusuh yang berdiri kaku di sudut gelap. Dia adalah Penjaga Basement Apartemen yang asli, atau setidaknya, sisa-sisa darinya.

Bisikan dari Lubang Ventilasi

Ventilasi horor
Ventilasi horor
Apartemen ini tampak normal bagi orang awam, tapi bagiku, setiap dindingnya berdenyut. Malam pertama di kamar 404, aku mendengar suara gesekan logam dari lubang ventilasi. Suara itu menyerupai langkah kaki yang diseret. Aku tahu itu adalah aktivitas Penjaga Basement Apartemen yang sedang naik ke lantai atas.
Aku mencoba memejamkan mata, namun bau tanah basah mulai memenuhi ruangan. Bau itu bukan berasal dari jendela, melainkan dari bawah pintu. Seolah-olah Penjaga Basement Apartemen sedang berdiri tepat di luar sana, menungguku untuk membukanya. "Leony... kau lupa mengunci gerbang bawah," bisik suara parau yang menggema di dalam kepala batin-ku.

Teror di Balik Tirai Putih

Aku bangkit dan mendekati jendela yang tertutup tirai putih. Tiba-tiba, sebuah tangan pucat menempel di kaca dari arah luar. Mustahil, aku berada di lantai empat. Napasku menderu. Bayangan itu mengenakan topi kumal yang sama dengan Penjaga Basement Apartemen yang kulihat tadi sore.

Dengan gemetar, aku membuka tirai sedikit. Tidak ada siapa-siapa di balkon. Namun, di kaca jendela, tertulis sebuah pesan dari uap napas dingin: "Jangan biarkan Penjaga Basement Apartemen masuk ke dalam tubuhmu." Pesan itu bukan peringatan untuk takut, melainkan instruksi yang membingungkan. Aku merasa ada yang salah dengan identitas "penjaga" tersebut.

Baca Juga: Teror Malam Jumat: Kesaksian Penggali Kubur Lihat Mayat Hidup Lagi

Ritual yang Tersembunyi

Rasa penasaran mengalahkan rasa takutku. Aku turun kembali ke lantai bawah menggunakan tangga darurat. Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya Penjaga Basement Apartemen ini. Di bawah pilar 13, aku menemukan sebuah kotak kayu tertanam di balik tumpukan ban bekas.

Di dalamnya terdapat foto-foto lama staf gedung. Ada satu foto yang membuat jantungku berhenti berdetak. Foto itu menunjukkan seorang pria yang wajahnya sangat mirip denganku. Di balik foto itu tertulis: "Hereditas Indigo: Penjaga Basement Apartemen Tahun 1999". Itu adalah ayahku yang dikabarkan hilang saat aku masih kecil. Ternyata, gelar Penjaga Basement Apartemen adalah sebuah kutukan yang diwariskan. 

Plot Twist: Sang Pengganti

Penjaga Basement Apartemen: foto tua yang kusam di dalam kotak kayu
Penjaga Basement Apartemen: foto tua yang kusam di dalam kotak kayu
Aku tersungkur lemas. Tiba-tiba, sosok pria berseragam itu muncul di depanku. Kali ini wajahnya terlihat jelas itu memang ayahku, atau apa yang tersisa darinya. Dia tidak menyerangku. Dia justru memberikan topinya padaku dengan tangan yang transparan.
"Tugas ayah selesai, Leony. Sekarang kau adalah Penjaga Basement Apartemen yang baru," ucapnya sambil perlahan menghilang menjadi butiran cahaya abu-abu.
Seketika, seluruh apartemen ini terasa "terkoneksi" denganku. Aku bisa merasakan setiap napas penghuni di lantai satu hingga sepuluh. Aku menyadari satu hal yang mengerikan: aku tidak bisa meninggalkan gedung ini. Kakiku terasa berat seolah terikat pada beton. Penjaga sebelumnya tidak hilang, mereka hanya berganti peran. Sekarang, akulah Penjaga Basement Apartemen yang akan berdiri di balik pilar 13, menunggu indigo berikutnya dari garis keturunanku untuk datang membebaskanku.

KOMENTAR NETIZEN 3 Komentar

Ingin ikut berdiskusi tentang cerita ini?

Login Dulu!
Adams PERINTIS 1 bulan yang lalu

Wah, ngeri banget ceritanya kak đŸ˜ŦđŸ˜Ŧ

Leony M PERINTIS 1 bulan yang lalu

hehe makasih kak

Admin PERINTIS Admin 1 bulan yang lalu

Bagus